Selasa, 08 Juli 2014

PROPOSAL TAK

A.     TOPIK      : TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK BERFOKUS PADA SOSIALISASI


Terapi aktifitas kelompok ( TAK ) : sosialisasi ( TAKS ) adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial. ( Dr.Budi Anna Keliat,S.Kp,M.App.Sc dan Akemat,S.Kp,M.Kep, 2004 ).

B.     TUJUAN  :

  1. Tujuan Umum
Membantu klien meningkatkan kemampuan untuk berhubungan sosial dalam kelompok secara bertahap.
  1. Tujuan Khusus
a.       Klien mampu meningkatkan kemampuan komunikasi verbal
b.      Klien mampu memperkenalkan diri
c.       Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
d.      Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
e.       Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan
f.        Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok
g.       Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan TAK yang telah dilakukan

C.     LATAR BELAKANG

Berdasarkan hasil observasi selama bertugas di R-Utari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi serta berdasarkan hasil angket klien kelolaan didapatkan mayoritas klien mempunyai masalah utama Harga Diri Rendah (6 dari 10 klien kelolaan) berdampak ke Isolasi Sosial. Dari fenomena tersebut kelompok tertarik untuk melakukan terapi aktivitas kelompok dengan topik Isolasi Sosial.

D.    LANDASAN TEORI

Setiap individu mempunyai potensi untuk terlibat dalam hubungan sosial pada berbagai tingkat hubungan yaitu dari hubungan intim biasa sampai hubungan saling ketergantungan. Keintiman dan saling ketergantungan dalam menghadapi dan mengatasi berbagai kebutuhan setiap hari. Individu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa adanya hubungan dengan lingkungan sosial

Kepuasan berhubungan dapat dicapai jika individu dapat terlibat secara aktif dalam proses berhubungan. Peran serta yang tinggi dalam berhubungan disertai respon lingkungan yang positif akan meningkatkan rasa memiliki, kerja sama, hubungan timbal balik yang sinkron.

Pada dasarnya kemampuan hubungan sosial berkembang sesuai dengan proses tumbuh kembang individu mulai dari bayi sampai dengan dewasa lanjut. Untuk mengembangkan hubungan sosial yang positif, setiap tugas perkembangan sepanjang daur kehidupan diharapkan dilalui dengan sukses.

Pemutusan proses berhubungan terkait erat dengan ketidak puasan individu terhadap proses hubungan yang disebabkan oleh kurangnya peran serta, respon lingkungan yang negatif. kondisi ini dapat mengembangkan rasa tidak percaya diri dan keinginan untuk menghindar dari orang lain

E.     KRITERIA KLIEN

  1. Klien menarik diri yang cukup kooperatif
  2. Klien yang sulit mengungkapkan perasaannya melalui komunikasi verbal
  3. Klien dengan gangguan menarik diri yang telah dapat berinteraksi dengan orang lain
  4. Klien dengan kondisi fisik yang dalam keadaan sehat (tidak sedang mengidap penyakit fisik tertentu)
  5. Klien halusinasi yang sudah dapat mengontrol halusinasinya
  6. Klien dengan riwayat marah/amuk yang sudah tenang

F.      PROSES SELEKSI

  1. Berdasarkan kriteria klien yang telah ditetapkan.
  2. Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai prilaku klien shari-hari dan kemungkinan dapat dilakukan terapi aktifitas kelompok pada klien tersebut dengan perawat ruangan.
  3. Melakukan kontrak dengan klien untuk mengikuti aktifitas yang akan dilaksanakan serta menanyakan kesediaannya.
  4. Menetapkan bersama klien dan perawat ruangan tentang topik, waktu dan tempat kegiatan.

G.    URAIAN STRUKTUR KELOMPOK

  1. Hari /Tanggal                : Selasa, 22 Mei 2012
  2. Tempat                         : Di Ruang Utari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi
  3. Waktu                          : 09.00 – 10.00 WIB
  4. Lama Kegiatan
-         Perkenalan dan pengarahan (5 menit)
-         Role play (10 menit)
-         Permainan dan diskusi (25 menit)
-         Evaluasi (15 menit)
-         Penutup (5 menit)
  1. Jumlah peserta              :  33 orang
  2. Perilaku yang diharapkan dari kelompok klien
a.       Klien dapat melakukan permainan
b.      Klien dapat memberikan pendapat/komentar dari permainan
c.       Klien dapat berperan aktif dalam kelompok dengan cara mengungkapkan pengalamannya dan memberikan dukungan kepada klien lain
d.      Klien dapat mengontrol emosinya selama kegiatan berlangsung
e.       Klien tidak meninggalkan kelompok pada saat permainan
f.        Klien dapat menunjukkan kekompakkan dalam kelompok pada saat permainan

H.    PENGORGANISASIAN

Leader                               : Sylvi ambar ningrum

Co-Leader                         : Windy Rianti
Fasilitator                           : Sahnaz Sandi Alifha
                                            Sri Agustiani
                                            Tuti Nurleni
                                            Tarsina wati
                                            Vini Safitri
                                            Yuliana


Observer                            : Siti Aspiyah
                                            Sri Agustiani
                                         

I.       METODE DAN MEDIA

Metode                              :  Role Play dan Diskusi

Media                                : Tape Recorder , Kaset Dangdut, Bola, Kursi

J.      URAIAN PEMBAGIAN TUGAS

  1. Leader
a.       Membacakan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok sebelum kegiatan dimulai
b.      Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok dan memperkenalkan dirinya
c.       Mampu  memimpin terapi aktifitas kelompok dengan baik dan tertib
d.      Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok
e.       Menjelaskan permainan
  1. Co-Leader
a.       Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas klien
b.      Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang
  1. Fasilitator
a.       Memfasilitasi klien yang kurang aktif
b.      Berperan sebagai role play bagi klien selama kegiatan
  1. Observer
a.       Mengobservasi jalannya proses kegiatan
b.      Mencatat prilaku verbal dan non verbal klien selama kegiatan berlangsung
c.       Mengatur alur permainan (menghidupkan dan mematikan tape recorder)





K.    PROSES PELAKSANAAN

  1. Perkenalan dan pengarahan
a.       Mempersiapkan lingkungan : suasana tenang dan nyaman (tidak ribut)
b.      Mempersiapkan tempat : pengaturan posisi tempat duduk, leader berdiri di depan dan berkomunikasi dengan seluruh anggota kelompok
c.       Mempersiapkan anggota kelompok : membuat kontrak kembali dengan klien untuk mengikuti terapi aktifitas kelompok sosialisasi

  1. Pembukaan
a.       Leader memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, asal dan tempat tinggal
b.      Leader menjelaskan tujuan terapi aktifitas kelompok sosialisasi
c.       Membuat kontrak waktu dengan klien dan lamanya permainan berlangsung
d.      Leader menjelaskan peraturan kegiatan dalam kelompok antara lain : jika klien ingin ke kamar mandi atau toilet harus minta ijin kepada leader, bila ingin menjawab pertanyaan klien diminta untuk mengacungkan tangan dan diharapkan klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

  1. Role play
Permainan dimulai dengan bermain peran oleh fasilitator sesuai petunjuk leader selama 10 menit. Setelah itu observer menghidupkan tape recorder dan memulai permainan, semua fasilitator duduk di  kursi. Selama musik masih berbunyi para fasilitator mengedarkan bola dari fasilitator satu ke fasilitator berikutnya. Bagi fasilitator yang memegang bola pada saat musik dihentikan, fasilitator diminta untuk memperkenalkan diri, dan menyampaikan hobby yang paling disukai. Peserta lain yang menjadi pegangan fasilitator juga memperkenalkan diri dan hobbinya.

  1. Permainan
Satu klien diminta untuk memasukkan pensil ke dalam botol aqua per kelompok yang tersedia sampai ditemukan juara 1, 2, 3.  

  1. Evaluasi
a.       Klien dapat mengungkapkan perasaan setelah melakukan permainan
b.      Klien dapat menyebutkan keuntungan dari permainan tersebut
c.       Klien dapat mengungkapkan usul atau pendapat dari kegiatan permainan

  1. Penutup
a.       Leader menyampaikan apa yang telah dicapai anggota kelompok setelah mengikuti permainan
b.      Perawat memberikan reinforcement positif pada setiap klien yang mengikuti permainan

L.     ANTISIPASI MASALAH

  1. Klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok penanganannya adalah dengan memberikan motivasi oleh fasilitator
  2. Bila klien meninggalkan permainan tanpa ijin, panggil nama klien, tanyakan alasan klien meninggalkan permainan, berikan motivasi agar klien kembali mengikuti permainan
  3. Klien lain yang ingin mengikuti permainan, beri penjelasan pada klien tersebut bahwa permainan ini ditujukan pada klien yang dipilih, katakan pada klien lain tersebut bahwa akan ada waktu khusus untuk mereka

M.  DENAH RUANG

Keterangan :

O = Klien

F = Fasilitator
D = Observer
X = Leader
˜ = Co-Leader

 
 















N.    KRITERIA EVALUASI

  1. Evaluasi Input
a.       Tim berjumlah 10 orang yang terdiri atas 1 leader, 1 co leader, 6 fasilitator dan 2 observer
b.      Lingkungan memiliki syarat luas dan sirkulasi baik
c.       Peralatan tape recorder dan kaset dangdut berfungsi dengan baik
d.      Tersedia bola, kursi,  paku, botol aqua dan tali rafiah
e.       Tim, tidak ada kesulitan memilih klien yang sesuai dengan kriteria dan karakteristik klien untuk melakukan terapi aktifitas kelompok sosialisasi

  1. Evaluasi Proses
a.       Leader menjelaskan aturan main dengan jelas
b.      Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah klien
c.       Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan untuk dapat mengawasi jalannnya permainan
d.      70% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari awal sampai selesai.

  1. Evaluasi Output
Setelah mengadakan terapi aktifitas kelompok sosialisasi dengan 6 kelompok yang diamati, hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut :
a. 70% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari awal sampai selesai.
b. 70% klien dapat meningkatkan komunikasi non verbal : bergerak mengikuti intruksi, ekpresi wajah cerah, berani kontak mata)
c. 70% klien dapat meningkatkan komunikasi verbal (menyapa klien lain/perawat, mengungkapkan perasaan dengan perawat)
d. 70% klien dapat meningkatkan kemampuan akan kegiatan kelompok (mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai)
e. 70% klien mampu melakukan hubungan sosial dengan lingkungannya (mau berinteraksi dengan perawat/klien lain)









DAFTAR PUSTAKA



Keliat, Budi Anna, 2004. Keperawatan Jiwa : Terapi Aktifitas Kelompok. Jakarta : EGC


Stuart, Gail W, 2006. Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi 5, alih bahasa : Ramona P Kapoh, Egi Komara Yudha. Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar