A.
TOPIK :
TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK BERFOKUS PADA SOSIALISASI
Terapi aktifitas
kelompok ( TAK ) : sosialisasi ( TAKS ) adalah upaya memfasilitasi kemampuan
sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial. ( Dr.Budi Anna
Keliat,S.Kp,M.App.Sc dan Akemat,S.Kp,M.Kep, 2004 ).
B. TUJUAN :
- Tujuan Umum
Membantu
klien meningkatkan kemampuan untuk berhubungan sosial dalam kelompok secara bertahap.
- Tujuan Khusus
a.
Klien mampu
meningkatkan kemampuan komunikasi verbal
b.
Klien mampu
memperkenalkan diri
c.
Klien mampu berkenalan
dengan anggota kelompok
d.
Klien mampu
bercakap-cakap dengan anggota kelompok
e.
Klien mampu
menyampaikan dan membicarakan topik percakapan
f.
Klien mampu bekerja
sama dalam permainan sosialisasi kelompok
g.
Klien mampu
menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan TAK yang telah dilakukan
C.
LATAR BELAKANG
Berdasarkan hasil
observasi selama bertugas di R-Utari
Rumah Sakit Marzoeki Mahdi serta berdasarkan hasil angket klien kelolaan
didapatkan mayoritas klien
mempunyai masalah utama Harga Diri
Rendah (6 dari 10 klien kelolaan) berdampak ke Isolasi Sosial. Dari fenomena
tersebut kelompok tertarik untuk melakukan terapi aktivitas kelompok dengan topik Isolasi Sosial.
D.
LANDASAN TEORI
Setiap
individu mempunyai potensi untuk terlibat dalam hubungan sosial pada berbagai
tingkat hubungan yaitu dari hubungan intim biasa sampai hubungan saling
ketergantungan. Keintiman dan saling ketergantungan dalam menghadapi dan
mengatasi berbagai kebutuhan setiap hari. Individu tidak akan mampu memenuhi
kebutuhan hidupnya tanpa adanya hubungan dengan lingkungan sosial
Kepuasan
berhubungan dapat dicapai jika individu dapat terlibat secara aktif dalam
proses berhubungan. Peran serta yang tinggi dalam berhubungan disertai respon
lingkungan yang positif akan meningkatkan rasa memiliki, kerja sama, hubungan
timbal balik yang sinkron.
Pada
dasarnya kemampuan hubungan sosial berkembang sesuai dengan proses tumbuh
kembang individu mulai dari bayi sampai dengan dewasa lanjut. Untuk
mengembangkan hubungan sosial yang positif, setiap tugas perkembangan sepanjang
daur kehidupan diharapkan dilalui dengan sukses.
Pemutusan
proses berhubungan terkait erat dengan ketidak puasan individu terhadap proses
hubungan yang disebabkan oleh kurangnya peran serta, respon lingkungan yang
negatif. kondisi ini dapat mengembangkan rasa tidak percaya diri dan keinginan
untuk menghindar dari orang lain
E.
KRITERIA KLIEN
- Klien menarik diri yang cukup kooperatif
- Klien yang sulit mengungkapkan perasaannya
melalui komunikasi verbal
- Klien dengan gangguan menarik diri yang telah
dapat berinteraksi dengan orang lain
- Klien dengan kondisi fisik yang dalam keadaan
sehat (tidak sedang mengidap penyakit fisik tertentu)
- Klien halusinasi yang sudah dapat mengontrol
halusinasinya
- Klien dengan riwayat marah/amuk yang sudah tenang
F.
PROSES SELEKSI
- Berdasarkan kriteria klien yang telah ditetapkan.
- Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai
prilaku klien shari-hari dan kemungkinan dapat dilakukan terapi aktifitas
kelompok pada klien tersebut dengan perawat ruangan.
- Melakukan kontrak dengan klien untuk mengikuti
aktifitas yang akan dilaksanakan serta menanyakan kesediaannya.
- Menetapkan bersama klien dan perawat ruangan
tentang topik, waktu dan tempat kegiatan.
G.
URAIAN STRUKTUR KELOMPOK
- Hari /Tanggal :
Selasa, 22 Mei 2012
- Tempat :
Di Ruang Utari Rumah Sakit Marzoeki
Mahdi
- Waktu :
09.00 – 10.00 WIB
- Lama Kegiatan
-
Perkenalan dan pengarahan (5 menit)
-
Role play (10 menit)
-
Permainan dan diskusi (25 menit)
-
Evaluasi (15 menit)
-
Penutup (5 menit)
- Jumlah peserta :
33 orang
- Perilaku yang diharapkan dari kelompok klien
a.
Klien dapat melakukan permainan
b.
Klien dapat memberikan pendapat/komentar dari
permainan
c.
Klien dapat berperan aktif dalam kelompok dengan cara
mengungkapkan pengalamannya dan memberikan dukungan kepada klien lain
d.
Klien dapat mengontrol emosinya selama kegiatan
berlangsung
e.
Klien tidak meninggalkan kelompok pada saat permainan
f.
Klien dapat
menunjukkan kekompakkan dalam kelompok pada saat permainan
H.
PENGORGANISASIAN
Leader : Sylvi ambar ningrum
Co-Leader :
Windy Rianti
Fasilitator :
Sahnaz Sandi Alifha
Sri Agustiani
Tuti Nurleni
Tarsina wati
Vini Safitri
Yuliana
Observer :
Siti Aspiyah
Sri
Agustiani
I.
METODE DAN MEDIA
Metode : Role Play dan Diskusi
Media : Tape Recorder , Kaset Dangdut, Bola,
Kursi
J.
URAIAN PEMBAGIAN TUGAS
- Leader
a.
Membacakan tujuan dan peraturan kegiatan terapi
aktifitas kelompok sebelum kegiatan dimulai
b.
Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok
dan memperkenalkan dirinya
c.
Mampu memimpin
terapi aktifitas kelompok dengan baik dan tertib
d.
Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam
kelompok
e.
Menjelaskan permainan
- Co-Leader
a.
Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader
tentang aktifitas klien
b.
Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang
- Fasilitator
a.
Memfasilitasi klien yang kurang aktif
b.
Berperan sebagai role play bagi klien selama kegiatan
- Observer
a.
Mengobservasi jalannya proses kegiatan
b.
Mencatat prilaku verbal dan non verbal klien selama
kegiatan berlangsung
c.
Mengatur alur permainan (menghidupkan dan mematikan
tape recorder)
K.
PROSES PELAKSANAAN
- Perkenalan dan pengarahan
a.
Mempersiapkan lingkungan : suasana tenang dan nyaman
(tidak ribut)
b.
Mempersiapkan tempat : pengaturan posisi tempat duduk,
leader berdiri di depan dan berkomunikasi dengan seluruh anggota kelompok
c.
Mempersiapkan anggota kelompok : membuat kontrak
kembali dengan klien untuk mengikuti terapi aktifitas kelompok sosialisasi
- Pembukaan
a.
Leader memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama,
asal dan tempat tinggal
b.
Leader menjelaskan tujuan terapi aktifitas kelompok
sosialisasi
c.
Membuat kontrak waktu dengan klien dan lamanya
permainan berlangsung
d.
Leader menjelaskan peraturan kegiatan dalam kelompok
antara lain : jika klien ingin ke kamar mandi atau toilet harus minta ijin
kepada leader, bila ingin menjawab pertanyaan klien diminta untuk mengacungkan
tangan dan diharapkan klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
- Role play
Permainan
dimulai dengan bermain peran oleh fasilitator sesuai petunjuk leader selama 10 menit. Setelah itu observer menghidupkan tape
recorder dan memulai permainan, semua fasilitator duduk di kursi. Selama musik masih berbunyi para
fasilitator mengedarkan bola dari
fasilitator satu ke fasilitator berikutnya. Bagi fasilitator yang memegang bola pada saat musik dihentikan, fasilitator diminta untuk
memperkenalkan diri, dan menyampaikan hobby yang
paling disukai. Peserta lain yang menjadi pegangan fasilitator
juga memperkenalkan diri dan hobbinya.
- Permainan
Satu klien diminta untuk memasukkan pensil ke dalam
botol aqua per kelompok yang tersedia sampai
ditemukan juara 1, 2, 3.
- Evaluasi
a.
Klien dapat mengungkapkan perasaan setelah melakukan
permainan
b.
Klien dapat menyebutkan keuntungan dari permainan
tersebut
c.
Klien dapat mengungkapkan usul atau pendapat dari
kegiatan permainan
- Penutup
a.
Leader menyampaikan apa yang telah dicapai anggota
kelompok setelah mengikuti permainan
b.
Perawat memberikan reinforcement positif pada setiap
klien yang mengikuti permainan
L.
ANTISIPASI MASALAH
- Klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok
penanganannya adalah dengan memberikan motivasi oleh fasilitator
- Bila klien meninggalkan permainan tanpa ijin,
panggil nama klien, tanyakan alasan klien meninggalkan permainan, berikan
motivasi agar klien kembali mengikuti permainan
- Klien lain yang ingin mengikuti permainan, beri
penjelasan pada klien tersebut bahwa permainan ini ditujukan pada klien
yang dipilih, katakan pada klien lain tersebut bahwa akan ada waktu khusus
untuk mereka
M. DENAH
RUANG
![]() |
|||
|
|||
N.
KRITERIA EVALUASI
- Evaluasi Input
a.
Tim berjumlah 10 orang yang
terdiri atas 1 leader, 1 co leader, 6
fasilitator dan 2 observer
b.
Lingkungan memiliki syarat luas dan sirkulasi baik
c.
Peralatan tape recorder dan kaset dangdut berfungsi
dengan baik
d.
Tersedia bola, kursi, paku, botol aqua dan tali rafiah
e.
Tim, tidak ada
kesulitan memilih klien yang sesuai dengan kriteria dan karakteristik klien
untuk melakukan terapi aktifitas kelompok sosialisasi
- Evaluasi Proses
a.
Leader menjelaskan aturan main dengan jelas
b.
Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah klien
c.
Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan
untuk dapat mengawasi jalannnya permainan
d.
70% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti
kegiatan dengan aktif dari awal sampai selesai.
- Evaluasi Output
Setelah
mengadakan terapi aktifitas kelompok sosialisasi dengan 6 kelompok yang diamati, hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut :
a.
70% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari
awal sampai selesai.
b. 70% klien dapat meningkatkan komunikasi non verbal
: bergerak mengikuti intruksi, ekpresi wajah cerah, berani kontak mata)
c. 70% klien dapat meningkatkan komunikasi verbal
(menyapa klien lain/perawat, mengungkapkan perasaan dengan perawat)
d. 70% klien dapat meningkatkan kemampuan akan
kegiatan kelompok (mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai)
e. 70% klien mampu melakukan hubungan sosial dengan
lingkungannya (mau berinteraksi dengan perawat/klien lain)
DAFTAR PUSTAKA
Keliat, Budi Anna, 2004. Keperawatan
Jiwa : Terapi Aktifitas Kelompok. Jakarta : EGC
Stuart, Gail W, 2006. Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi 5, alih bahasa : Ramona P Kapoh, Egi Komara Yudha. Jakarta : EGC


